Cari Blog Ini

Peninggalan Nenek Moyang Indonesia di Pulau Sumatera

>> Jumat, 23 April 2010

Kebudayaan Indonesia sangat beranekaragam yang tersebar di berbagai daerah dan propinsi. Dari beberapa adat dan istiadat, terdapat kebudayaan Nias yang terdapat di kepulauan Sumatera yang terletak di wilayah Barat Indonesia dengan menyimpan berbagai keunikan. Daerah yang memilki alat musik Aramba dan Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar ini, memiliki seni pertunjukan rakyat makyong, untuk pelakunya memakai topeng dan kuku buatan yang panjang. Selain itu, adat kebudayaan dari Riau memiliki senjata tradisional seperti keris yang bentuknya berlekuk-lekuk seperti keris pada umumnya. Senjata lainnya pedang, tombak, lembing, dan sumpitan.


Kesenian Indonesia yang beragam dapat dijumpai dengan gerakan yang menarik bagi turis lokal maupun mancanegara. Tarian daerah yang khas dengan gerakan dan kostum pakaian yang unik merupakan warisan dari nenek moyang mereka diberikan kepada generasi penerus seperti kesenian tari daerah dari Riau adalah Tari Tandak dan Tari Joged Lambak. Gerakan yang menarik tersebut merupakan tari pergaulan yang sangat digemari di daerah Riau dan tari pergaulan muda-mudi yang sangat popular dan disenangi.
Nenek moyang Indonesia adalah seorang pelaut dan gemar untuk memainkan alat musik yang menghasilkan berbagai lagu. Lagu daerah yang sering dimainkan di daerah Riau adalah Cing Cangkeling.


Diketahui juga, bahwa kebudayaan berasal dari masyarakat dengan melakukan kegiatan yang dilakukan oleh nenek moyang. Masyarakat Nias dianggap berasal dari sekelompok keturunan suku birma dan assam, tapi berbeda dengan asal usul orang batak. Ada banyak teori tentang asal usul suku nias dan belum ada yang dapat memastikan karna mereka aslinya berasal dari lebih dari satu grup etnik. Suku Nias yang berdiam di bagian Barat Indonesia ini merupakan kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias. Dalam bahasa aslinya, orang Nias menamakan diri mereka "Ono Niha" (Ono = anak/keturunan; Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai "Tanö Niha" (Tanö = tanah). Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang.


Masyarakat Nias juga mengenal sistem kasta. Ada dua belas tingkatan kasta. Dari tingkatan kasta yang ada, yang tertinggi adalah “Balugu”. Untuk mencapai tingkatan ini, seseorang harus mampu mengadakan pesta besar selama berhari-hari dengan mengundang ribuan orang dan menyembelih ratusan/ekor babi. Biasanya orang-orang yang melakukan ini adalah mereka yang memiliki harta dan emas.

Sumber : http://www.anneahira.com/indonesia/budaya-indonesia.htm

-erwin depok -

0 komentar:

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP